Banyak orang yang memulai pagi dengan minum kopi. Tapi banyak juga yang menghindarinya karena menganggap kafein yang terkandung dalam kopi tidak baik untuk kesehatan. Nah, bagaimana sesungguhnya?
Harvard University selama 18 tahun meneliti kurang lebih 126.000 orang dan menemukan bahwa minum kopi bisa mengurangi risiko diabetes.Tiga cangkir kopi sehari bisa mengurangi risiko terkena diabetes 10 persen, sementara enam cangkir sehari bisa menurukan risiko hingga 54 persen.
Bagi perokok dan peminum berat, kopi juga bisa menurunkan risiko serangan jantung serta mengontrol sakit kepala khususnya migrain. Kopi disinyalir juga bisa mengurangi depresi. Kafein yang terdapat dalam kopi membuat tubuh lebih terjaga dan mengurangi tekanan depresi.
Jadi, mulailah hari kamu dengan secangkir kopi di pagi hari. Selamatkan Indonesia dari kekurangan kopi, seduhlah kopi berkualitas dari dedikasi petani Indonesia dan #stopkopisobek

Budaya minum kopi telah melekat di masyarakat Indonesia sejak dulu. Diperkirakan, orang Indonesia mulai minum kopi sejak abad 16 setelah bangsa Eropa membawanya masuk ke nusantara. Kopi pun menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi minuman favorit banyak kalangan.
Kini, kopi telah menjadi  bagian dari gaya hidup, budaya minum kopi juga mulai dikemas secara lebih modern.  Hasilnya adalah warung kopi yang menjamur di Indonesia, tidak terkecuali di Malang. Menu warung kopi biasanya terdiri dari berbagai variasi campuran kopi, seperti cappucino dan latte.  Namun tidak jarang juga warung kopi menawarkan berbagai pilihan kopi hitam (single origin) lokal.
Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi dengan berbagai karakter. Varietas kopi, ketinggian tanah, dan jenis tanah adalah beberapa faktor yang mempengaruhi karakter kopi, karena dalam penanammnya, kopi mudah menyerap aroma dari tumbuhan di sekitanya. Jadi jangan heran jika ada kopi beraroma coklat, buah, bahkan rempah-rempah.
Sebelum masuk ke warung kopi dan memesan secangkir kopi, penting bagi Anda untuk mengenal dahulu karakter kopi-kopi lokal Indonesia. Khabiba Usmaya, barista dari salah satu warung kopi di Malang, memberi penjelasan singkat untuk membantu Anda memiilih kopi yang sesuai dengan selera.
Mulai dari ujung barat nusantara, pulau Sumatera menawarkan berbagai jenis kopi yang bisa menjadi pilihan. Kopi Aceh Gayo ditanam di daratan tinggi, memiliki karakter spicy dan terkenal sebagai salah satu kopi termahal di dunia karena kualitasnya, sedangkan kopi Sidikalang (Sumatera Utara) juga berkarakter spicy yang kuat namun lebih manis. Kopi Mandailing beraroma tanah (earthy), sedikit aksen coklat, dan rasa yang pekat (full-bodied), sementara Kopi Lintong (Sumatera Utara) berkarakter rempah-rempah yang lembut dengan tingkat keasaman rendah.
Ada juga kopi Java Estate yang memiliki citarasa mantap (full-bodied) dengan rasa manis karamel dan coklat yang lembut. Pulau Dewata Bali juga mempunyai kopi lokal dengan karakter buah-buahan dan sedikit coklat, sedangkan kopi Flores (NTT) berkarakter dark-chocolate yang kuat.
Beranjak ke Sulawesi Selatan, di sana kita bisa menemui kopi Toraja Kalossi yang dikenal sebagai kopi dengan tingkat keasaman tinggi, sehingga tidak disarankan untuk penderita maag. Meski begitu, karakter bunga dan buah yang seimbang dalam kopi ini membuatnya memiliki banyak penggemar. Di ujung Indonesia, ada kopi Wamena (Papua) yang memiliki perpaduan citarasa pahit dan rasa manis madu yang khas.
“Kalau mau kopi yang ringan, bisa pilih kopi Lintong atau Java. Tapi kalau mau yang strong, coba saja Toraja Kalossi. Yang ada di sini (Java Dancer Coffee, red) hanya sebagian saja, tapi sebenarnya masih ada banyak jenis kopi dari berbagai daerah lain,” ujar barista yang akrab disapa Maya itu.
Karakter kopi Java yang lembut juga menjadi pilihan Martino Rossi, salah satu pengunjung Java Dancer Coffee. Ia memilih kopi Java karena tidak menyukai kopi yang terlalu ‘strong’. “Kopi Java ini lebih enak diminum dengan brown sugar, rasanya lebih menyatu,” ujarnya .
Warung kopi memang biasanya menyediakan dua jenis pemanis untuk kopi, yaitu gula putih dan brown sugar. Meski begitu Maya menyarankan para penikmat kopi untuk meminum kopi tanpa pemanis. “Karakter kopinya lebih bisa dibedakan jika diminum tanpa gula. Jadi konsumen bisa membuktikan apa benar jenis kopi ini karakternya begini, tidak cuma membaca dari deskripsi di menu. Dicoba saja!,” jelas peraih peringkat 13 besar di sebuah kompetisi barista nasional itu.
Bicara tentang kopi memang tidak akan ada habisnya. Secangkir kopi nikmat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Namun jika Anda adalah penikmat kopi, tak ada salahnya untuk mengontrol konsumsi kopi harian Anda agar tidak berlebihan.

Mengenai seluk beluk kopi, bagi pecandu minuman yang dikenal sebagai anggur arab ini setidaknya sedikit banyak harus mengetahui. Hal ini penting agar tidak keliru saat kapan waktu yang tepat untuk mengasup minuman yang dikenal paling populer sebagai teman perbincangan ini. Padahal, kopi memiliki jenis dan cara pengolahannya tersendiri. Jika pas, maka penikmat kopi akan mendapatkan suguhan kopi terbaik, dan tentunya kenikmatan menyesap kopi akan lebih mendalam.

Ada empat jenis kopi di dunia ini. Yaitu excelsa, liberika, robusta, dan arabica. Menurut Bondan Winarno, Pakar Kuliner dan Pemilik Kopitiam, pada dasarnya ada dua jenis kopi utama yang ada di diseluruh dunia; kopi Arabica dan Robusta. Kopi Arabica dapat dikenali dengan tampilan rasanya yang ringan dan aroma kopi yang sangat wangi. Sementara Robusta, memiliki rasa yang lebih kuat dan biasanya disajikan dalam bentuk esspreso.

Menurut Bondan, penikmat kopi harus mengetahui terlebih dahulu mengenai kedua jenis kopi tersebut. Sebab untuk menikmatinya pun tak sembarangan. Umumnya kopi-kopi jenis Robusta baik dinikmati pada pagi hari. Sebab akan memberi dorongan energi dan semangat pada yang meminumnya. Sementara untuk jenis Arabica bisa dinikmati mulai jam 14.00 WIB.

"Sebaiknya kopi Robusta memang dinikmati pada Pagi hari. Sementara untuk yang ingin meminum kopi pada sore atau malam, lebih baik memilih jenis kopi Arabica. Sebab kalau tidak, bisa-bisa melek terus sampai pagi lagi," ujar Bondan.

Bondan menambahkan, tak hanya masalah penyajian namun cara menyimpan kopi pun harus diperhatikan. Umumnya menurut Bondan, biji kopi jenis Robusta dan Arabica memiliki jangka waktu berbeda dalam penyimpanan setelah di panen.

Untuk menghasilkan aroma dan kualitas kopi yang terbaik, biji kopi Robusta umumnya disimpan dalam keadaan kering dalam jangka waktu minimal lima tahun. Sementara untuk jenis Arabica, umumnya disimpan minimal tujuh tahun sebelum digiling untuk dikonsumsi.

Oleh karenannya Bondan menyarankan, untuk tak terlalu lama menyimpan kopi yang telah digiling dalam jangka waktu yang lama. Ia lebih menyarankan, jika ingin menyimpan kopi sebaiknya dalam bentuk biji kopi kering.

"Kalau sudah digiling, kopi sebaiknya segera dikonsumsi. Sebab jika terlalu lama disimpan, akan mengurangi kualitas dan aroma kopi," ujarnya.

Bondan memberi sedikit tips mengenai cara terbaik menyimpan kopi yang telah digiling. Pertama, kopi sebaiknya segera dikeluarkan dari kemasan dan disimpan ke dalam toples kaca yang memiliki penutup.

Setelahnya, simpan kopi di dalam lemari pendingin. Kopi giling dalam keadaan seperti itu, baik disimpan selama satu minggu. Jika lebih dari satu minggu maka akan mengurangi kualitas dan aroma kopi.


Sementara untuk penyeduhan, menurut Bondan sebaiknya menyeduh kopi dengan air mendidih. Setelahnya, diamkan kopi sejenak agar ampas kopi turun dan kopi bisa lebih lama diproses oleh air panas. Barulah setelahnya kopi dapat dinikmati.

Setelah meluncurkan KOMBIKONGO, dongeng kopi kembali meluncurkan lini kopi bergerak dengan tajuk KOPAJA yang merupakan kependekan dari Kopi Pantjal Djaja. Pantjal adalah kata yang diserap dari bahasa Jawa yang berarti kayuh, genjot, sedang Djaja berarti jaya. Nama PantjalDjaja memiliki arti bahwa kehidupan itu harus ditempuh. Keras, susah, harus terus dikayuh agar tujuan bisa tercapai.
Kopaja dikhususkan untuk melayani kebutuhan asupan kafein masyarakat yang tersebar di berbagai penjuru Jogjakarta. Konstruksi yang sederhana, tetapi mampu memuat banyak perangkat pembuat kopi, menjadikan Kopaja lincah dan dapat menyusup kemana saja mulai dari trotoar jalan hingga gang-gang sempit di bantaran kali. Selain juga sebagai bagian dari semangat Sego Segawe yang digalakkan oleh Pemda Jogja terkait “Sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe” (Sepeda untuk bersekolah dan bekerja. Sebuah slogan yang dimulai sejak Herry Zudianto menjadi Walikota Jogja.
Sebagai bagian integral dari Kampanye #StopKopiSobek Kopaja menghadirkan tiga menu utama. Meliputi Single Origin dengan berbagai metode seduh, Coffee Blended yang menggunakan espresso housebland DKJ, serta bubble tea yang khas dan berbeda dengan produk yang sudah ada. Sebagaimana visi dan misi Dongeng Kopi, Kopaja tidak semata-mata hanya berjualan, tetapi melakukan edukasi terhadap setiap orang mengenai kekayaan kopi nusantara yang tersebar dari Atjeh hingga Papua.
Semua produk yang ada di Kopaja adalah freshly roasted dan freshly roasted sehingga terjaga secara kualitas. Selain bisa ditemui di tempat yang tidk terduga, Kopaja juga dapat kau temui di berbagai event seni, pameran, dan budaya yang digelar secara rutin, juga tiap hari Minggu di Sunday Morning UGM.
KOMBIKONGO; Kombi Konco Ngopi
KOMBIKONGO untuk pengembangan usaha dari Dongeng Kopi. Merupakan kependekan dari Kombi Konco Ngopi. Kombi merupakan salah satu pelopor dari kargo dan penumpang van modern di dunia. Mobil pabrikan Jerman dengan merk dagang Volkswagen ini memiliki ruang yang lapang, elegan, classic dan selalu menjadi pusat perhatian dimanapun. Berbagai kelebihan tersebut menjadikan kami memilih kombi untuk dikawinkan sebagai tempat konco ngopi yang bergerak dimanapun, di berbagai penjuru mata angin area Jogjakarta.
Dongeng Kopi merupakan sebuah Project Edukasi Kopi yang concern terhadap kesadaran akan kekayaan varietas single origin di Nusantara, serta aktif untuk mengkampanyekan #stopkopisobek. Bermula pada medio Oktober 2012, melalui social media, dongeng kopi hadir saban hari. Hingga bermuara pada Oktober 2014, dua tahun berselang, Dongeng Kopi berhasil berdiri sebagai kedai kopi di bilangan Jalan Kyai Mojo no 64 Jogjakarta. Menyajikan pilihan berbagai metode seduh dengan aneka alat, serta memberikan pengetahuan product kepada konsumen, dongeng kopi menggaransi semua kopi-nya freshly roasted serta freshly brewed.
Sebagai Konco Ngopi, KOMBIKONGO didesain tidak sekadar jualan, tetapi sebagai ruang berbincang mengenai kopi dan seluk beluknya. Berfungsi sebagai penghubung antara khalayak publik dengan DKJ berkaitan berbagai program rutin yang diadakan di bilangan Jalan Kyai Mojo. Mangkalnya KOMBIKONGO akan ada di tempat yang tidak terduga selain juga even-even pameran, seni dan budaya.
Kamu muda, enerjik, sigap dan cekatan?
sanggup bekerja full time?
kami mencari pemuda pemudi berdedikasi tinggi sekaligus memiliki passion tinggi terhadap kopi, untuk ekspansi cabang baru dan pengembangan DongengKopi guna mengisi posisi sebagai berikut:
1) barista (5)
2) kitchen (4)
kirimkan cv, identitas, scan ijazah terakhir maupun surat lamaran kerja ke dongengkopi@gmail.com
hanya yang qualified yang akan dipanggil interview. lamaran paling lambat diterima 20 Desember 2014.

Syahdan, suatu hari, alkisah, adalah lema pembuka untuk sebuah kisah dongeng, fabel, mitos ataupun cerita fiksi. Mulanya adalah awal. Selalu ada ujung sebab untuk balutan tuturan dari deskripsi hikayat. Kami memulainya dari kopi. Kemudian berlanjut menjadi rajutan dari narasi ini.
Dongeng Kopi bermula sebagai wadah muara dari kata kata yang menguap, lalu tertangkap dari secangkir kopi yang tandas disesap. Berawal dari social media di medio Oktober 2012 dongeng kopi menyaji cerita saban hari untuk penggelut lini masa. Semuanya dari, oleh dan untuk  para pengguna jejaring social media twitter khususnya. Saban hari ratusan mention mampir, singgah menggilir dongeng kopi untuk berbagi cerita dan berbagi inspirasi. Mengambil tagline “Muarakan air kata-katamu dari sesap kopimu” dongeng kopi menjelma menjadi akun sosial media yang berbagi cerita soal kopi.
Bergulirnya waktu, beberapa netizen mengusulkan untuk membuat wadah kopi darat. Sehingga perjalanan dongeng kopi menjelma dari kopi maya ke kopi darat.  Butuh waktu dua tahun untuk usulan tersebut terealisasi, bersanding bersama angkringan, lesehan, tempat nongkrong, kafe, dan kedai kuliner menjadi penyaji kebahagiaan di kota Jogjakarta.
cold brew; alat legendaris yang memanjakan lidah penikmat kopi

Mengambil lokasi di Jl. Kyai Mojo no 64, Dongeng Kopi memiliki visi untuk berbagi pengetahuan soal kopi kepada khalayak banyak. Menyajikan kopi dari hulu hingga ke hilir merupakan konsep yang diusung. Oleh sebab itu tidak mengherankan bila di DKJ (Dongeng Kopi Jogja), tersedia berbagai perangkat yang cukup lengkap untuk mendukung penjelasan proses kopi dari bean to cup.
“Semua kopi yang kami punya terjamin kesegarannya, karena kopi yang kami sajikan diproses langsung di DKJ, dari roasting hingga siap seduh”. Ujar Mincil dedengkot dari Dongeng Kopi.
“Selain itu kami juga memberikan kenyamanan pelanggan. Kualitas product kami, atmosfir kedai yang kami sajikan semua merupakan konsep memancing ‘cerita’ untuk hadir di perbincangan”.
“Kami juga siap berbagi cerita berbagi pengetahuan terutama tentang kopi. Tujuan utama kami adalah memperkenalkan kopi dari hulu ke hilir dan menjelaskan bahwa kopi yang berkualitas tak harus mahal dan bisa dinikmati oleh siapa saja. Makanya kami ada Ngaji Kopi tiap Jumat”  Imbuh lelaki lulusan sekolah pariwisata ini.
Ngaji kopi merupakan agenda rutin di DKJ yang bisa diikuti oleh siapa saja untuk berbagi pengetahuan soal kopi. Semua orang bisa menjadi nara sumber, semua orang bisa saling belajar. Karena DKJ percaya bahwa semua orang adalah guru, dan setiap tempat adalah sekolah. Agenda ngaji kopi selalu tematik. Tiap minggu selalu berubah mengenai bahasan mengenai kopi. Semua dibahas mulai dari proses biji kopi yang baik sampai ke berbagai metode seduh. Semua orang bahkan bisa mengusulkan tema apa yang akan dibahas di Ngaji Kopi minggu berikutnya.
Nantinya DKJ juga tidak sekadar sebagai kedai kopi. Tetapi lebih dari itu. Menurut Musama, DKJ akan menghadirkan berbagai agenda menarik yang melibatkan khalayak banyak khususnya berkaitan dengan kopi.
“Kami ingin semua orang bisa berbagi kebahagiaan. Berbagi kebahagiaan yang paling sederhana salah satunya adalah bisa membuat kopi yang layak, kopi yang baik. Serta bisa bercerita mengenai kopi dari berbagai sudut pandang. Mulai dari sejarah, kebudayaan, proses tanam, produksi, distribusi hingga hadir ke tengah tengah meja para pelanggan”.





Dongeng Kopi Jogja
kini berlokasi di Jalan Grogolan, Puntuk II, Umbulmartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584, Email:dongengkopi@gmail.com
facebook: Dongeng Kopi                                                              Instagram: Dongeng Kopi
Web: www.dongengkopi.com                                                   twitter: @dongengkopi
path: Dongeng Kopi                                                                        WhatsApp: 087719999267