Tampilkan postingan dengan label kopi jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopi jogja. Tampilkan semua postingan

 

Dongeng Kopi, Kisah Pencuri Kopi 

Empat pencuri kopi legendaris dalam sejarah, satunya adalah seorang sufi bernama Baba Budan, sedang yang tiga adalah Tentara.


Semuanya perwira. Betapa kopi jadi barang yang benar benar berharga, sebab bukan prajurit atau kopral yang tangannya berlumur kotor melainkan orang orang kelompok tinggi dalam struktur kepangkatan militer.


Dua dari angkatan laut yakni Admiral Pieter Van De Broecke, Kapten Gabriel Mathieu de Clieu, satu tentara lagi yang turut serta masuk dalam daftar pencuri kopi bernama Letnan Kolonel Francisco de Mello Palhetta.

Dongeng Kopi: Francisco de Melho Palhetta


Palhetta berhasil mencuri bibit kopi dari Guyana Prancis dengan pintu masuk diplomatik dalam misi penyelesaian sengketa perbatasan antara Guyana Perancis, dengan Guyana Belanda.


Dimana itu Guyana?

Kereta Api, Memungkinkan Distribusi Dongeng Kopi


Kawasan Guyana dahulu dikuasai oleh lima negara penjajah yaitu Perancis, Spanyol, Inggris, Belanda dan Portugal. Guyana Spanyol sekarang menjadi bagian dari negara Venezuela, Guyana Belanda menjadi Suriname, Guyana Portugal menjadi otoritas Brasil, sedang Guyana Inggris jadi negara Guyana dan Guyana Prancis namanya tetap menjadi nama yang sama.


Berada di kawasan pesisir utara Amerika Selatan, Guyana sangat subur dengan hutan tropis dan sumber air berlimpah, udaranya beriklim panas dan lembab sehingga tak heran wilayah yang semula satu ini diperebutkan lima negara penjelajah untuk dijadikan koloni.

Cerita Dongeng Kopi dituangkan dalam dinding juga


Di @dongengkopi cerita itu sempat kami abadikan pada tembok di Gorongan. Cerita dari perayu ulung yang dimulai dari bunga, lantas membikin dunia terjaga bersama kopi Brasil. Kopi yang banyak beredar di dunia.

Menikmati di Dongeng Kopi
Menikmati Kopi di Dongeng Kopi bersama Sari Buah tumbuk
Sejak abad 16, ragam menu kedai kopi sudah banyak pilihan. Cokelat panas, minuman olahan susu, dan beberapa lain menu khas kedai tercatat mulai dari Procope di Perancis, Florian di Venesia, Greco di Italia, Reggio di New York serta Fazil Bey di Turki ada untuk bersanding dengan si anggur Arab. Selain teh juga tentunya, kedai kopi menjadi ruang bersosialisasi semua kalangan. Sehingga musti terakomodasi seleranya. Sampai sekarang, jamak bila penggemar coklat, penggemar susu kocok, penggemar sari buah tumbuk, tidak merasa terkucil saat duduk bersama di kedai kopi. Sebab bila kedai kopi hanya menyaji kopi saja, barangkali pengunjungnya menjadi sangat tunggal. Tidak majemuk. Walau kopi tetap dominan menjadi pemuncak penjualan. Jadi kalau ngajak ngopi di @dongengkopi temenmu pesan soda bianglala, ya ndak perlu sakit hati, siapa tahu doi pagi & siang ambang batas kafein sudah semampai to, ...
Merenung seperti gunung
Mengurai rasa dari balik pahit
Jejak jejak yang tertinggal
Menyimpan rahasia, kopi yang jadi pemantik api.

Pendamping kopi itu soal pilihan, mau berat atau ringan tergantung kesukaan, di #dongengkopi kami sediakan beberapa varian, untuk pilihan kawan-kawan ketika bertandang.
.
Campur Sari yang tepat akan menghasilkan racikan yang pas sesuai selera. Baik untuk panas dan dingin tentu komposisinya tidaklah sama. Jika Prapanca adalah campur sari paling kencang lajunya, untuk golongan panas, Geni Jora adalah yang tertinggi angka serapan untuk kelompok dingin. Lainnya? Bisa pesan langsung untuk kebutuhan Agan sesuai dengan keinginan pelanggan. Selera yang pas, itu Muara senyum terbit tak habis-habis. Daftar Harga kopi terbaru kami rilis hari ini. Tepat tiga bulan kami ada di #KakiMerapi

Menyambut May Day, demi perayaan untuk kaum buruh sedunia, atas jasa-jasanya yang luar biasa menggerakkan roda peradaban, bagi siapa saja yang tandang dua orang atau lebih ngopi-ngopi selama satu hari di 1 Mei dalam rangka mendukung kampanye "Kurangi Bekerja perbanyak bercinta" kami serukan bahwa seharian ini menyesap dua signature drink alias kopi susu racikan boleh tambah gratis dua lagi, Berlaku kelipatannya!

May Day, Kurangi Bekerja, Perbanyak Vakansi bersama famili ngopi-ngopi di @dongengkopi
Seluruh yang hadir dari balik meja bar Dongeng Kopi itu bikin yang samar jadi terang, bikin yang gelap jadi sinar memancar, yang sendu menjadi rindu untuk lekas bertemu. Jangan lupa untuk jumpa kami di #kakimerapi. Kami siap menemanimu sedari pagi hingga dini hari nanti. Berada di dekat kampus UII terpadu, jalan alternatif Solo-Magelang, diantara hamparan sawah dan tanaman perdu, bila suasana syahdu yang kau cari, kami adalah pilihan yang ada dari kaki merapi.
Kedai kopi adalah ruang sosialisasi paling cair dan ruang setara bagi semua kalangan. Mengenalkan generasi mendatang pada ruang ini menjadi satu awalan yang baik. Kami sungguh berbesar hati lantaran Dongeng Kopi menjadi salah satu pilihan diantara sekian tempat yang lain.
.
Beberapa menu untuk anak sedang kami persiapkan untuk hadir bulan ini. Kami juga merasa senang para kopilovers memiliki kesadaran yang tinggi atas inisiatif mengambil jarak saat merokok dengan memilih menyesapnya di ruang terbuka kami. Selain menjaga kesegaran aneka biji kopi yang tersaji, kawan-kawan turut serta dalam pencanangan kedai kopi ramah anak.
.
Kalau kepalan kepalan tangan ini disatukan, kita akan sanggup memukul dengan keras dan tepat sasaran pada segenap congkak lelah, bebal kognisi, pejalnya gagasan bersama tinju #KakiMerapi
Relasi itu dimulai dari kunjungan kali pertama, bicara-bicara, akrab, hangat, dekat jadi kerabat lalu dapat rabat, tandang berulang, ajak teman, rekomendasikan, demikian bergulir terus menerus. 
Potongan harga didapat sangat mudah. 
Pun demikian bila kopilovers ingin beroleh korting. Bila belum dekat boleh belanja tiap Jumat. Bila sudah dekat gunakan 'rabatdekat', bila masuk tingkat lanjut pakai saja 'rabatkerabat', bila langsai @kelasseduh 'rabatkolega' otomatis menyertai. 
Mulai April nanti kopilovers bisa dapati di @dongengkopi aneka privilege tersebut.
Genggaman erat dari kopilovers sekalian adalah sumber energi kami terus ada menemani segenap pengunjung mulai dari barat tugu pal putih, selatan jalan lingkar utara beberapa depa, palagan kranji, barat laut sambisari dan kini mengikuti para resi mendekati candrageni. Kami senang bisa terus memompa tuas demi secangkir espresso, mengenyahkan segala gundah. Setidaknya dalam sebulan ini, dimulai 14 Februari kemarin kami tak pernah kesepian bersama kunjungan teman-teman silih berganti, walau secara jarak lumayan membentang, waktunya padat berarak berkejaran, masih menyempatkan singgah di kaki merapi, ruang baru kami @dongengkopi. Semoga tempat ini terus menjadi biang sebagai ruang pertautan kawan, kelindan gagasan kaya akan aneka rasa dan aroma layaknya perasan rok, layaknya espresso rekso rumekso.
"Jika kita bertanya pada alam, siapa yang paling siap bertahan hidup: apakah mereka, yang selalu berperang satu dengan lainnya, ataukah mereka yang saling menolong?",
Maka terlihat langsung, bahwa binatang yang memiliki kebiasaan saling menolong, tak pelak adalah mereka yang paling siap dan paling mampu menyesuaikan diri dengan alam. Mereka berpeluang lebih besar  untuk hidup, sesuai tahapan masing-masing jenis, membawanya ke tingkatan tertinggi perkembangan intelegensi & organisasi tubuh. - Pjotr Kropotkin
Selain lewat sesi #MakeYourOwnCoffee pilihan kopi ramah saku kala tandang ke Kaki Merapi ada Sewu Suwi. Bila Sesi Seduh Suka Suka Bayar Suka Suka di MYOC itu berlangsung tiap hari pukul 08:00 sd 12:00, sewu suwi bisa didapati sepanjang hari sepanjang waktu tanpa batasan durasi. Sewu suwi adalah nama menu yang kami adopsi dari nama salah satu warkop di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah yang sempat mincil singgahi pada medio 2006 -2007. Warung Kopi yang hanya menjual kopi saja tanpa tambahan apapun. Kopi tok. Warung kopi kecil, sederhana yang menjadi ruang kolektif, ruang berbincang dari semua kalangan. Hanya ada dua meja dan empat bangku panjang. Nama warung tersebut juga tersemat atas prakarsa dari para pelanggannya. Bukan dari sang pemilik. Nama yang menggambarkan kondisi riil dengan sewu bisa suwi. Dari seribu rupiah bisa berlama lama. Ngobrol ngalor ngidul bawa rokok Senior. Satu rokok legendaris yang selalu hadir di saku masyarakat sukolilo. Tagline rokok tersebut juga sangat menohok. Senior; Tak perlu gembar-gembor! Sama seperti warung sewu suwi. Tak perlu gembar gembor selalu ramai dan tak pernah sepi. Padahal jualannya hanya kopi. Kopinya juga tidak macam-macam. Hanya ada kopi robusta dari Jolong, kopi dari kebun yang sudah ada semenjak 1895.
Tukang bikin kopi yang baik, sejatinya tumbuh dengan sikap percaya diri sekaligus bersahaja. Seiring dengan proses mempelajari soal kopi, ia akan semakin menghargai hak berselera, sebab tidak akan menganggap selera yang berbeda dengan seleranya sebagai sesuatu yang salah atau sesat. Sikap yang demikian pemicu tumbuhnya pribadi dengan rasa rendah hati, tidak takabur.


Digubah dari - Menafsirkan pemikiran Tan Malaka dalam bermatematika. Iwan Pranoto
Kalau singgah di #kakimerapi, ada meja panjang - meja berbagi yang bisa kau dapati. Sisanya hanya bangku-bangku untuk bercengkrama cor beton maupun hasil hasta karya perajin lokal dari Dongkelsari. Ada semangat populisme dan ruh egalitarianism dari tata meja serta tata bangku ini. Mendobrak sekat-sekat maupun batas-batas untuk obrolan hangat karena sudah kadung duduk seiring semeja bareng. Kalau mejanya saja bersama-sama masak gak bisa saling kenal lalu ngobrol bareng?
Pastinya ngobrol bareng dong ya, membangun relasi baru, merakit cerita anyar untuk ditukar dari waktu yang keluar. 
"Dunia adalah cangkir penuh nektar
Sementara kita hanyalah lalat yang melahap.
Beberapa menggantung di bibir cangkir dan menyesap seperlunya
Sementara yang lain melahapnya dengan rakus sampai tenggelam." Fabel Kalila & Dimna

Menjadi bersahaja itu sulit. Walaupun sebagian menyebutkan sebagai pilihan. Kami pernah melalui masa-masa yang mudah. Menggunakan perkakas serba maju, serba wah dan begitu megah. Pun kami memulai juga dari apa yang kita punya. Dari petak kecil Kyai Mojo Pingit, dari keterbatasan. Maka manakala keadaan berbalik, kami juga memulai kembali dengan yang kita miliki. Meski yang tersisa hanya semangat dan sokongan kawan-kawan sekalian. Kami memulai lagi dari kaki merapi. Masih sama, sebagai kedai teman ngopi dan berbagi dongeng, berbagi fiksi maupun sejarah bersama lewat secangkir obrolan hangat, pertemuan intim yang dekat dari kampus UII terpadu. Mari kita mulai lagi sejumlah cerita, dari tempat berbeda bersama Dongeng Kopi di kepindahan kelima.