Siapa Juan Valdez? tidak lain dan tidak bukan adalah karakter fiksi yang muncul pertama kali di tahun 1958 via iklan yang ditujukan untuk Federasi Nasional Petani Kopi Kolombia. Juan Valdez merupakan karakter yang diciptakan sebagai ikon petani kopi Kolombia. Dirancang oleh Doyle Dane Bernbach, dengan tujuan melakukan 'diferensiasi' mengenai kopi Kolombia kualitas jempolan. Juan Valdez digambarkan selalu muncul dengan keledainya 'Conchita'.
Berbicara mengenai kopi kolombia yang memiliki ikon Juan Valdez, sepertinya kita juga bisa menjadikan banyak petani kopi kita sebagai ikon. Berbeda dengan Kolombia yang cenderung homogen, kalau di Indonesia barangkali ikonnya bisa macam-macam. Mulai dari Ucok, Yakleb, Sumijo, Tuhar, Wayan, Abidin, ataupun Tomuan, semua bisa menjadi kandidat ikon kopi Indonesia.
Sebagai negara yang sama-sama penghasil kopi, setidaknya kita bisa belajar dari negara Kolombia yang menempatkan posisi petani sebagai subyek penting industri kopi yang tercermin melalui ikon organisasi kopi mereka.  Bulan September tahun ini adalah peringatan 35 tahun hubungan diplomatik Indonesia‑Kolombia secara yang secara resmi dibuka pada 15 September 1980. Bulan September ini juga, Dongeng Kopi​ membagikan kopi Kolombia secara gratis kepada kopilovers yang bertandang ke Dongengkopi & Indiebook​ setelah memesan dua single origin nusantara.
Kami ingin mengajak kepada seluruh khalayak banyak untuk membandingkan kopi kolombia yang kebetulan juga kami dapat kiriman green bean dari seorang kolega yang kemarin sempat bertandang kesana, versus varian kopi nusantara yang begitu kaya.
Seduh Kopi!
Reguk Inspirasi...

Cerita secangkir kopi, tidak hanya berhenti di tangan barista. Ada pundak kokoh petani yang mengusung hasil petik merah di kebun, ada perawatan yang tak pernah putus di kebun pada lereng gunung, juga jemari lentik ibu-ibu yang melakukan sortasi sebelum kemudian masuk di proses pengolahan pasca panen. Ada jalur yang tidak pendek dari proses biji kopi yang mustinya dipahami oleh kita semua agar kita bisa menghargai secangkir kopi yang ada di meja kita.
Kualitas kopi, 60% ditentukan di kebun, 30% di proses roasting, dan hanya 10% ditentukan kemampuan barista.
Kisah ini tidak pendek untuk diceritakan dalam satu kali kala bertandang diDongeng Kopi. Sebagai kedai yang terintegrasi dari kebun hingga konsumen akhir, kami terus berbenah untuk bisa menyajikan cerita tersebut. Salah satunya dengan menghadirkan ragam visual dalam tabel, peta dan infografik soal kopi. Termasuk sejarah kopi bagaimana ditemukan dan persebarannya di seluruh dunia. Sebagai lanjutan operasi khusus sadap musang, dengan penuh tekad mengamalkan dasa darma pramuka serta melestarikan sila ketiga pancasila butir kegotongroyongan, kami bahu membahu merangkai pigura dari sisa kayu saat rekonstruksi ruang sayap selatan. Terdapat 22 pigura yang berhasil kami cetak guna melengkapi ruang belakang yang kami dedikasikan sebagai ruang baca. Harapan kami, kopilovers bisa mengunduh pengetahuan mengenai bean to cup, berikut asal muasal, cita rasa kopi yang terkandung, sampai pertumbuhan tingkat konsumsi selain dari percakapan yang mengalir melalui barista.
Karena kami sadar, saat jam ramai, perbincangan mengenai kopi harus terhenti oleh tumpukan pesanan yang harus lekas dikerjakan

Pada sayap Selatan, selama enam hari, kami segenap pasukan Dongeng Kopi menyusun, menyulap, dan mengeksekusi tempat yang semula mangkrak tidak digunakan. Berbekal kemampuan pas-pasan dari kami semua, kami macak menjadi peleton Batalyon Zeni Tempur yang memiliki tugas pokok menyelenggarakan kostruksi dan destruksi guna memperbesar daya gerak sendiri. Menyusun tembok, memasah kayu, mengecat, ndandakne wesi biar jadi planggrangan kayu, ngamplasi kursi dayoh yang kami buru hingga Tepus, juga mencari kayu bekas kunci kontainer yang biasa bersemayam di pelabuhan. Semua dilakukan secara cepat, kilat dengan operasi khusus bersandi 'Sadap Musang'.
Semua itu dilakukan untuk kepentingan perluasan front, guna mengakomodir kepentingan publik agar massa penikmat kopi dapat meningkatkan aktivitasnya, mendidik dirinya sendiri dan menjadi kekuatan yang besar dan sadar melalui berbagai kelas-kelas yang digelar secara swadaya, maupun secara kolektif. Mengingat, selama ini beberapa ruang yang ada di Dongengkopi & Indiebook masih kurang kondusif kala lalu lalang gadis-gadis menawan mengalihkan perhatian para peserta kelas diskusi.

Selain beberapa hal diatas, juga masukan dari kopilovers yang ingin menggelar meeting terbatas yang kualitatif. Kami rasa, ruang ini juga cukup cocok untuk dipakai FGD teman-teman penggiat LSM, Organisasi mahasiswa, dan kelompok minat bakat menggelar 'meet up'. Setidaknya bulan ini akan diawali dengan Irwan Bajang bersama Indie Book Corner yang akan menggelar Independent School. Kelas menulis gratis yang berhasil menghantarkannya ke Kick Andy Show 

Dirgahayu kemerdekaan RI, Jayalah Indonesia, Jayalah Nusantara. Tujuh dekade berlalu semenjak proklamasi pertama kali dibacakan oleh dwi tunggal Sukarno-Hatta. Serta sembilan tahun sudah peringatan hari kopi nasional dirayakan semenjak tahun 2006. Dongengkopi & Indiebook menggelar blind test competition untuk para customer dan barista yang berhadiah uang tunai dan bingkisan menarik untuk merayakan dua hari penting tersebut. Selain itu, kami juga membagi single original tjoema-tjoema bagi setiap kopilovers yang jajan sampai dengan angka tujuh puluh ribu rupiah. Berlaku sampai dengan hari Rabu nanti.
Ayo Ngopi!
Ayo Kerja!






kami selalu percaya, bahwa setiap sudut yang ada di Dongengkopi & Indiebook menyimpan banyak cerita. Entah tentang pertemuan kecil, entah soal percakapan riuh dan lalu lalang silih berganti. Semua punya cerita tersendiri. Apakah perjumpaan dengan kawan lama yang direncanakan, atau pertemuan tidak sengaja dari seorang mantan yang sangat tidak diinginkan. Ruang ini merekam semua hal yang terjadi setiap hari. Dari pukul delapan pagi hingga di penghujung fajar pagi. Lalu ruang mana yang paling kamu suka kopilovers?

Sebentar lagi kami akan menambah ruang baru yang akan lebih mendukung percakapan kualitatif, dan kelas-kelas yang produktif. Nantikan nanti di tepat hari kopi nasional yang berbarengan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Nanti, di tanggal tujuh belas Agustus...






Sudah satu minggu mesin orchestrale etnica terpampang di ruang tengah kami. Banyak dari pengunjung Dongeng Kopi yang penasaran seperti apa kinerja mesin besutan dari Italia ini. Petang nanti sudah bisa dijajal bila kamu merapat di Gorongan.
Lalu kemana Nouva Simonelli yang biasa hadir untuk pesanan cangkirmu?
Doski rupanya gantian nangkring di ruang tengah. Siang ini kyai Mussama menjamasi simonelli agar doski gak rembes.

Oh iya nanti malam ada diskusi #‎hyperbola dari kawan-kawan Toko Fandom Sirajudin Hasbi. Jadi, kalau ke Gorongan bisa sekalian ikutan ngobrol seru tentang balbalan Endonesa yang lagi menarik untuk diperbincangkan.
Bripda Yovita dari NMTC POLRI sudah menjajal bar kami untuk belajar latte art. Katanya akan mengajak briptu dara dan briptu eka sekalian, untuk kunjungan berikutnya wink emotikon ‪#‎stopkopisobek‬ ‪#‎cafe‬ ‪#‎coffeeshop‬ ‪#‎jogjakopi‬‪#‎makanjogja‬ ‪#‎coffee‬ ‪#‎jogjakarta‬