Dalam tradisi Jawa, peringatan waktu selalu ditandai dengan candra sengkalan. Rangkaian kata-kata yang menjadi kalimat agar mudah diingat. Angka-angka yang memiliki dasa nama itu beberapa orang menyebutnya sebagai kronogram. Kombinasi 222 sebagai angka bila dibaca secara kronogram adalah Myat Kanthi Nayana, yang secara terjemahan bebas berarti saling bertatap muka. Walaupun bukan merujuk tahun seperti pada umumnya candra sengkalan, angka tersebut adalah penanda kami untuk siap kembali menjadi kawan ngopi dari kaki merapi tepat pada Jumat Pon, 22 Februari 2019. Sebagai pembuka pintu Dongeng Kopi, kami akan sediakan 222 cangkir untuk para pelanggan yang bisa diseduh suka-suka dari pendapa selama sehari penuh. Ada selaksa cerita dari Dongeng Kopi mulai Jumat ini
Gambar mungkin berisi: teks

Sesaat menjelang ujian di perguruan Tandya Remaja Pembela Pancasila dulu waktu saya masih sekolah, ada babak yang disebut Sasana Warga. Sebuah tahapan evaluasi diri kesiap siagaan atribut kelengkapan siswa menuju ujian yang ditandai dengan buku kecil daftar uraian yang terperinci. Bagian yang harus dilewati dengan tanda tangan di setiap nomornya. Seminggu ini saya mengopi babak sebelum ujian tersebut, untuk memeriksa kesiapsiagaan @dongengkopi dengan segala atributnya. Mengamati sirkulasi pesanan, mencermati gelombang orang-orang datang, melengkapi kekurangan sana sini, menambal yang compang camping dalam proses simulasi. Bersama warga yang datang, juga kawan-kawan yang menyambangi kami. Sasana Warga adalah titel yang kami set untuk seminggu ini. Kamu bisa datang untuk coba-coba dan bayar suka-suka , bisa juga kasih masukan dan saran sana-sini. Seminggu ini sampai tanggal 21/2 — di Dongeng Kopi.

Setelah menghitung kekuatan selepas rehat kurang lebih satu tahun, rencananya Dongeng Kopi akan buka kembali sebagai kedai di bilangan Jalan Kaliurang sekitar Kampus UII terpadu dan membutuhkan tenaga terbaik untuk mengisi posisi:

1. Manajer Operasional
2. Juru Seduh
3. Pramusaji
4. Asisten Juru Panggang 
5. Admin

Dengan syarat:
1. Lulusan SMA/SMK (1, 2, 3, 4, 5), atau mahasiswa UII kampus terpadu lebih disukai sudah bebas teori (2, 3)
2. Muda, enerjik, berdedikasi serta berorientasi pada target (1, 2, 3, 4, 5)
3. Bersedia menjalani kontak dalam waktu tertentu.
4. Sanggup menjalani masa training
5. Berpengalaman mengelola kedai minimal 1 tahun (1).
6. Jujur dan tidak memiliki catatan buruk dibuktikan dengan SKCK.

Kirimkan surat lamaran dan daftar riwayat hidup ke surat elektronik dengan alamat dongengkopi@gmail.com. Paling lambat 11/1/2019



Kami pertama kali jumpa Suryo Buwono sekitar satu tahun lalu di Gorongan. Diperkenalkan Imam Setiyadi untuk diskusi bersama Irwan Bajang bosIndie Book Corner soal gagasan besarnya mengenai literasi anak di Indonesia yang kalah jauh dengan beberapa negara tetangga. Suryo, rupanya sedang menyusun satu model buku anak yang lebih seru untuk menjawab persoalan 'kecanduan gawai' yang sedang melanda anak-anak kita.
Lama tak ada kabar, setelah terakhir ngobrol di Gorongan, kami bertemu kembali di Palagan. Pada ruang baru Dongeng Kopi di utara Jogja. Suryo sudah menenteng buku yang sempat ia lontarkan sebagai gagasan di Gorongan, menjadi buku beneran yang sudah ia cetak dengan jumlah yang lumayan banyak. Bersama tim yang ia bentuk, Buku Sahabat Bermain, akhir minggu ini akan menyelenggerakan workshop Literasi Anak & Launching Buku Petualangan Baros pada 20/08 pukul 16:00 s.d 18:00 dan menghadirkan Rona Mentari dan Akademisi Novi Poespita Candra. Kopilovers dapat turut serta dalam wokrshop ini secara gratis dengan mendaftar di nomor terkait.

Pekan ini merupakan minggu yang padat di Palagan. Setelah berturut-turut ada kelas menulis dan kelas mendongeng di hari Sabtu, Minggu pagi, teman-teman Jogja Berkebun bersama AISEC - JRU menggelar kelas hijau yang akan diisi oleh barista kami dengan tema "Pagi Seduh Kopi". Bagi teman-teman di sekitar Jogja yang tidak ada agenda, silahkan bertandang. Lokasi bisa di cek di Google Maps supaya tidak tersesat.
Lama tidak main di Dongeng Kopi, Bernard Batubara lebih sering nongkrong di kedai belakang kampus Sanata Dharma, di bilangan Demangan. Sibuk mengulik kopi, serta menulis, di tengah aktivitas padatnya akhir pekan ini beliau akan hadir di Palagan didapuk Akber Jogja untuk bicara banyak soal nulis. Bagi kawan-kawan yang berminat bisa segera mendaftar di kontak person poster ya, karena tempatnya sangat terbatas.

Setelah selesai berbenah dan bertolak dari Gorongan, Mei lampau, per awal bulan Agustus kemarin kami sudah mulai efektif beroperasi di utara berdampingan dengan kedai kedai di sepanjang Jalan Lempongsari dan Jalan Damai. Lokasi baru kami terletak di ujung jalan lempongsari menuju jalan damai tepat bertetangga dengan Rumah Palagan Guest House. Menempati joglo besar yang berada di barat Jalan Kranji, 50 meter sebelum jalan damai. Sebelumnya di 15/6 s.d akhir bulan kami buka dengan tajuk 'coba coba buka' menjawab respon teman teman yang sudah rindu dengan kopi kami. Sebelum 'relaunch' sudah banyak agenda yang akan dihelat di Palagan. Salah satunya dari Rumah Dongeng Mentari yang bisa teman teman ikuti dalam agenda Jogja Story Telling Circle. Lingkaran Dongeng Jogja, akan hadir di @dongengkopi 12/8. Karena agenda ini dibatasi hanya sampai 30 orang, bagi teman teman yang berminat bisa kontak di nomor terkait